lm2ehI3jonma4uzm1pDxTuKLeJW1muj7wMTB5q1K

Parlemen Ukraina menyetujui kesepakatan militer dengan Turki

A Turkish-made Bayraktar TB2 drone is seen during a rehearsal of a military parade dedicated to Independence Day in Kyiv, Ukraine, Aug. 20, 2021. (AP File Photo)

MasMuslim.com (Turkey) - Parlemen Ukraina mengesahkan dan menandatangani RUU tentang perjanjian militer  antara Ukraina dan Turki.

Sekitar 303 dari 450 anggota parlemen memberikan suara mendukung undang-undang tersebut.

Perjanjian tersebut ditandatangani saat kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy ke Turki pada 16 Oktober 2020. Kunjungan tersebut berkaitan dengan  kerja sama pertahanan timbal balik.

Kesepakatan tersebut menyepakati tentang jaminan keamanan dan perdamaian di kawasan Laut Hitam.

Tak hanya itu, Kementerian Pertahanan Ukraina juga menandatangani serangkaian perjanjian pada 14 Desember dengan pihak Turki mengenai produksi dan transfer teknologi korvet angkatan laut dan kendaraan udara tempur tak berawak (UCAV)

Prjanjian tersebut merupakan kesepakatan perdagangan luar negeri untuk pertama kalinya yang  di bidang pertahanan.

Hubungan kerjasama pertahanan kedua negara tersebut berkembang pesat, bahkan kerjasama telah mengntungkan kedua bela pihak.

Negara Eropa Timur tersebut telah membeli pesawat udara tak berawak (UAV) Bayraktar Tactical Block 2 (TB2) dari Turki tahun lalu. Kemungkinan pembelian akan mencapai 12 buah UAV.

Perjanjian tersebut ditandatangani antara Perusahaan Ukrspetsproject, yang merupakan bagian dari Ukrboronprom Ukraina dan Baykar Makina dari Turki, sebagai pengembang drone terkemuka di negara itu.

Bersama dengan UAV, Turki juga akan menyediakan tiga sistem stasiun kontrol darat dan berbagai peralatan.

***

Turki tidak tertarik membeli F-16 Tua Denmark

Denmark berencana untuk menghentikan penjualan 24 dari total 43 jet tempur F-16 sebelum tahun 2025. 

Menurut berita lokal, personel militer Denmark telah menguji empat pesawat baru di Arizona selama empat bulan terakhir. 

Pada tahun 2016, Denmark telah menandatangani kesepakatan dengan Lockheed Martin untuk 27 pesawat tempur F-35A Lightning II yang akan dikirim pada tahun 2027. 

Kesepakatan ini menjadikan Denmark sebagai negara kelima yang memiliki pesawat tempur siluman setelah Inggris, Italia, Belanda, dan Norwegia. 

Berbicara tentang masalah ini dengan Radio Denmark, Badan Pengadaan dan Material Kementerian Pertahanan Denmark (FMI) Letnan Kolonel Casper Borge Nielsen mengatakan, “mulai tahun depan kami akan sudah bisa menjual delapan pesawat untuk periode pertama. 

Jika kami sangat beruntung, kami dapat menemukan pembeli yang sesuai kesepakatan.

Seperti dikutip oleh Copenhagen Post. Sebelumnya, beberapa laporan media telah menunjukkan Turki sebagai pembeli potensial untuk F-16, yang masih tersisa 10 tahun operasi. 

Namun, sumber keamanan Turki yang berbicara kepada Daily Sabah membantah klaim tersebut. 

Turki saat ini sedang melakukan negosiasi dengan AS atas permintaan Ankara untuk membeli 40 F-16 dan hampir 80 kit modernisasi sebagai imbalan atas pembayaran yang telah dialokasikan negara untuk program jet tempur F-35. 

Ankara juga harus mempertimbangkan alternatif untuk memastikan keamanannya jika Washington menanggapi secara negatif kesepakatan F-16, seperti yang ditegaskan beberapa kali oleh para pejabat setempat.

Turki telah membayar $1,4 miliar (TL 14,34 miliar) untuk F-35 sebelum Washington menghapusnya dari program pada 2019 karena pembelian sistem pertahanan rudal udara S-400 buatan Rusia setelah upaya Turki Gagal memperoleh rudal Patriot buatan AS.

Ankara telah menuntut penggantian untuk pembayarannya dan mengatakan itu harus digunakan untuk membiayai beberapa permintaannya untuk membeli F-16 dan kit modernisasi.

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar